Sudah lama juga tehsusu tidak di-update. Yeah, hari ini saya ada kesempatan untuk update, karena hari ini feeling, mood, and body, sedang dalam kondisi mayan baik. Kalau kemarin, mabok berat jadi malas mo ngapa-ngapain.
Jumat ini ada turnamen biliard persahabatan, antara Indosat melawan Hutchinson. Sebagai tuan rumah, Isat mengundang Hucth untuk main di tempat latihan kami, di Kenari Billiard. Daftar nama pemain sudah diumumkan sejak minggu lalu oleh oleh sang Ketua Bili, Mr. Aking. Duabelas cowok, dan tiga cewek. Nah, untuk kali ini saya minta sama bos untuk tidak ikut jadi peserta, karena takut kecapekan.
Jadi sekitar jam setengah enam saya sudah meluncur ke Kenari, dan kemudian bergabung dengan teman-teman di meja VIP. Beberapa orang mengomentari saya gemukan — agak gak terima juga sih dibilang gemuk, hiks
— tapi waktu saya bilang mungkin ini karena bawaan sedang pregnant trimester pertama, langsung pada heboh pada kasih selamat. *Dan mulailah kecerewetan itu. Jangan pesan Corona lagi, minum yang anget-anget aja.. haiiyahh…. secara di rumah juga udah diwanti-wanti sama hubby, disini kena juga. Di rumah, botol-botol Heineken langsung disimpan di laci bawah, dengan harapan semakin tidak terlihat semakin lupa pula pada botol-botol tersebut. Terutama ketika namboru saya datang berkunjung minggu lalu, hubby saya lupa menyingkirkan 1 botol di kulkas. Untunglah saya lebih sigap. Hahahaha
) *eniwei thanks guys untuk doa & supportnya*
Back to bili.
Tim Hutchinson datang agak telat, sekitar jam 7 kurang. Padahal kalau mereka datang cepat tentu waktu untuk latihan akan lebih banyak. Nah, sebelum pertandingan dimulai, kedua tim saling berkenalan dan bertukar cinderamata.
Pertandingan berlangsung cukup seru. Beberapa teman Isat terlihat main sangat serius, sementara beberapa teman dari Hutchinson sepertinya baru tahu tentang peraturan pertandingan resmi. “Wah, peraturannya susah-susah amat… padahal kan cuma pertandingan persahabatan.” Andi, salah satu dari tim Hutch tertawa kecut karena dinyatakan kalah karena foul 3x berturut-turut.
Berikut ini foto-fotonya.


Untuk 9 ball dimenangkan oleh Sigit dari Isat, kemudian untuk 8 ball dimenangkan oleh Ari dari Hutchinson & juara II-nya Dodi.
*Sering-sering aja bikin turnamen seperti ini ya Bos Aking. Biar seru.
Popularity: 7%





















bou itu bukan supaya keren, bu.
aq baca di buku sejarah etnis batak, dan etnis batak emang punya panggilan yang berbeda-beda, dan “bou” itu udah dari dulu. acemnya aaa..i ini…
[Reply]
boleh lah tawar2 sikit yah..jangan pulak lah opung… gimana kalo “namboru”…tapi harus dengan sebutan lengkap yah..ngga boleh dibikin keren kaya “bou”…
[Reply]