Sejak beberapa dekade belakangan ini, kesadaran orang tua untuk memperkenalkan musik pada anak sejak dini semakin tinggi. Terlihat dari menjamurnya sekolah musik ini itu yang membuka kelas musik untuk anak-anak mulai umur balita. Biarpun biaya kursus itu relatif mahal, tapi para orangtua tetap berusaha agar si anak bisa sekolah musik di situ.
Kesadaran itu dipicu oleh hasil penelitian bahwa musik, terutama musik klasik ternyata sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Anak-anak yang sejak kecil terbiasa bergaul dan mendengarkan musik akan memiliki kecerdasan emosial dan intelegensia yang lebih berkembang, dibandingkan anak-anak yang yang jarang mendengarkan musik. Dalam hal kedisiplinan juga demikian, biasanya anak yang sering mendengarkan musik akan jauh lebih disiplin daripada yang tidak.
“Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik.”
Tidak bisa dipungkiri bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Sekarang ini saja, siapa sih yang tidak mendengarkan musik? Siapa yang tidak pernah bernyanyi dan bersenandung dalam hidupnya? Umumnya, ketika remaja, setiap orang akan mulai mengarahkan minatnya pada jenis musik yang sesuai dengan jiwanya.
Musik yang baik berawal dari musik klasik. Ketika seorang anak menguasai musik klasik dengan baik, kelak dia akan dengan mudah mengembangkan kreativitasnya di jenis musik yang lebih modern.
Seminggu yang lalu, saya iseng browsing tentang musik kontemporer di internet, dan saya menemukan seorang komposer muda bernama Frederik Magle, asal Denmark. Frederik Magle, adalah seorang contemporer composer yang sudah mengenal musik klasik melalui pinao sejak umur 5thn, bahkan ia sudah membuat gubahannya sendiri pada umur segitu! Konser publik pertamanya dimulai ketika ia berusia 8thn. Sejak saat itu, pria kelahiran 1977 ini rutin menggelar konser dan meraih penghargaan atas prestasinya. Dan pada tahun 2004 ia mulai melebarkan sayap dengan menggelar konser di luar negeri.
Selain bermusik, ia juga bekerjasama dalam pembuatan musik untuk film dan mampu berkolaborasi untuk menciptakan paduan musik kontemporer klasik dengan dengan genre-genre musik lainnya seperti jazz, rock, dan elektronika. Bisa bayangkan musik rock dipadu dengan musik klasik? Pasti oke.
Saya sudah coba mendownload beberapa karya musiknya dan mendengarkan. Kalau ada yang mau dengar musik klasik gratis, bisa ambil di music download. Di situ banyak pilihan musik ciptaan Frederik Magle yang bisa di-download.
Satu lagu yang saya suka dengarkan adalah The Shadow. Frederik menyebut lagu ini sebagai fairytale. Selain piano, ada suling, cello, harpa, bas dan perkusi, dan kemudian dilengkapi suara vokal yang penuh. Lagu ini bisa dijadikan musik pengiring ketika si kecil akan tidur, karena musiknya memang dapat membuat hati dan pikiran jadi tenang sehingga bisa tertidur lelap.
Tapi kalau untuk dijadikan bahan latihan anak Anda di rumah, Anda bisa mencoba Lullaby. Hanya berdurasi dua menit saja, jadi akan lebih untuk dihapal. Iramanya juga lumayan ceria untuk dimainkan oleh anak-anak. Tidak terlalu banyak nada-nada sulit disini, jadi pasti lebih mudah.
Bila tertarik untuk bertukar pikiran dengan Frederik Magle, Anda dapat bergabung di Magle International Music Forums. Di forum komuniti ini, selain mendapatkan informasi terbaru tentang Magle International Music, Anda juga dapat berjumpa dengan para penggemar musik klasik lainnya. Saya sudah bergabung juga disana, siapa tahu nanti kalo anak saya udah lahir trs udah gede, & memang berminat dengan musik klasik, kan ibunya sudah punya ilmu dikit.
Popularity: 8%




















i love musik klasik,
fs: titidejuniyeah@ymail.com
YM : juni_triazti
[Reply]
SETUJUUUU… Saya ikut mendukung apa yang tertulis ini. Kebetulan saja saya memang menggeluti musik dari kecil. Dan setelah tua begini masih terus di bidang itu. Musik klasik dengan tata arsitektur yang sangat rapi dan halus, memang mampu membangkitkan kecerdasan.
Mungkin hanya sekedar imbuhan, klasik identik dengan wilayah yang luas untuk menjangkau nada-nada. Nada tinggi dapat membangkitkan ketajaman berpikir. Jika itu melenceng saja (noise,distorsi), justru akan merusak. Lalu dengan nada-nada bawah, alam bawah sadar kita diajak berkelana. Dst….
Selain itu, coba perhatikan loncatan nada (interval) pada musik klasik. Begitu apik mengikuti harmoni yang membentuknya. Maka dari itu, musik klasik tidak akan pernah dimakan jaman.
[Reply]